Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antariksa. Tampilkan semua postingan

Mukjizat Alquran: Rahasia Besi


REPUBLIKA.CO.ID, Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Alquran. Dalam Surat Al-Hadid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia..." (QS Al-Hadid: 25)Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara

Suku Aborigin Adalah Astronom Pertama di Dunia?


SYDNEY - Astronom pertama di dunia adalah suku Aborigin? Studi Australia memaparkan, suku ini menjadi astronom pertama sejak zaman Stonehenge dan Piramid.Astronom Commonwealth Scientific and Research Organization (CSIRO) Australia, Profesor Ray Norris mengatakan pengetahuan menyangkut bintang telah diturunkan secara turun temurun oleh suku Aborigin selama ribuan tahun dalam bentuk lagu

Astronom Temukan Puluhan Kluster Galaksi Baru di Luar Angkasa


SANTIAGO - Alam semesta akan terlihat semakin padat setiap harinya. Planet, asteroid, bintang dan galaksi ditemukan setiap tahunnya dalam jumlah yang cukup banyak. Situs web Discovery hari ini memberitakan tentang penemuan 23 kluster galaksi atau gugusan bintang-bintang yang terdiri dari beberapa galaksi oleh Atacama Cosmology Telescope (ACT).Di antara 23 kluster galaksi yang ditemukan itu, 10 di

Ilmuwan Temukan Asteroid Pembawa Unsur Kehidupan


Sejumlah ilmuwan menemukan air beku alias es dan molekul organik dalam asteroid bernama 65 Cybele.Ini merupakan asteroid kedua yang mengandung unsur dan cikal bakal kehidupan Bumi. Seperti diberitakan laman The Telegraph, penemuan ini akan memperkuat ide bahwa asteroid membawa unsur utama kehidupan Bumi.Temuan ini dibahas dalam pertemuan ilmuwan planet di Pasadena, Amerika Serikat. Ilmuwan juga

Bima Sakti Ternyata 50 Persen Lebih Besar


Konsep galaksi Bima Sakti yang dibuat oleh ilustrator mengesankan bahwa astronom memiliki pengetahuan persis seperti apa rupa galaksi kita. Ternyata tidak demikian. Dari penelitian terbaru, diindikasikan bahwa galaksi tempat tinggal kita jauh lebih besar dari perkiraan.Selama bertahun-tahun, kita mengira bahwa Bima Sakti jauh lebih kecil dibanding galaksi tetangga terdekat kita yakni Andromeda.

Ancaman Baru Dari Antariksa


KOMPAS.com — Meteor yang sampai ke Bumi dalam ukuran cukup besar merupakan kejadian langka, tetapi kemungkinan meteorit mengenai permukiman akan meningkat seiring memadatnya penduduk. Ancaman lain dari antariksa muncul dengan bertambahnya jumlah sampah antariksa berupa rongsokan satelit.Meteorit yang menimpa rumah seperti yang terjadi pada Kamis (29/4/2010) di permukiman padat di Kelurahan

'Pengeboman Dahsyatt' Awali Kehidupan di Bumi


Ledakan dahsyat di tata surya jadi ancaman besar untuk Bumi, namun bencana itu mungkin telah mengirimkan air dan membuat planet yang dihuni manusia ini memiliki daya dukung bagi kehidupan.Untungnya, proses tumbukan yang terjadi di masa 'remaja' Bumi tak berakhir seperti dampak yang dialami Bulan.Cerita soal 'kelinci Bulan' atau 'nenek Bulan' sudah familiar bagi kita sejak masa kanak-kanak. Mitos

Amazing foto, jepretan NASA


lagi iseng2 browsing, nemu beginian... Langsung aja gan sesuai judul, ini adalah foto-foto yg diambil oleh astronot NASA waktu mereka tugas di luar angkasa…

Kayaknya foto2 unik & langka gini sangat sulit untuk tertangkap satelit google earth karena hanya bisa ditangkap oleh kejelian mata manusia.

Selamat menikmati


Nih cara motretnya :




Sungai Brahmaputra, China:


UFO raksasa??? bukan, ini badai di Afrika:


Kota London, malam hari:


Badai gurun, Kazakhstan:


Arus bawah laut, Mexico:


Aurora:


Pencemaran lingkungan, China :(:


Atoll Atafu, Laut Pasifik:


Ladang siapa ditengah gurun?!?!? California:


Badai raksasa, Atlantik Timur:


Sungai Arroyo Naposta, Argentina:


Kebakaran hutan, Australia:


Efek global warming, Patagonia Chile:


warna zamrud Laut Timor, INDONESIA:


Swiss Alps, Switzerland:


Proyek penebangan hutan, Bolivia:

5 Makhluk Bumi yang Mungkin Mampu Hidup di Luar Angkasa


Pasti ada pertanyaan di dalam benak kita, "Apakah ada makhluk hidup di bumi ini yang mampu tinggal dan bertahan hidup di planet lain?" Jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi kalau makhluk yang lainnya mungkin saja. Lima makhluk bumi di bawah ini mungkin bisa untuk menjawab pertanyaan tersebut.


Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan, seperti salah satu yang krusial, yaitu Oksigen. Namun, beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa sana.

1. Cacing Yang Hidup di Es Metana

Jika melihat bentuknya, mungkin kita akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film Alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan ini sebenarnya adalah makhluk bumi.


Makhluk ini sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es Metana, yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai Mexico. Es Metana adalah sebuah gas Hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para ahli dari Pennsylvania State University, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin McMullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut, berkata, "Sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari planet Bumi."

Lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya? Jawabannya adalah Titan, salah satu bulan Saturnus.

Titan, terdapat lautan Metana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di Titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.

2. Makhluk Yang Mampu Hidup Pada Ruang Hampa

Setelah melihat foto di bawah ini, mungkin kebanyakan dari kamu akan segera teringat dengan kata "beruang". Tidak salah memang, tetapi makhluk lucu ini bukan seekor beruang, ia bernama "Tardigrade". Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama Beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Tapi ingat, jangan kamu menilainya hanya dari sekedar ukurannya saja. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di muka Bumi ini.

Ia memiliki kemampuan lebih, yaitu bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut "TUN". Dalam kondisi tersebut, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.

Pada tahun 2008, beberapa ekor Tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa, dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara. Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.

3. Cacing Raksasa Pemakan Belerang

Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.

Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi oleh warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa? Makhluk ini mungkin bisa hidup di Venus, dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak disana.

4. Mikroba Antartika Pemakan Besi

Darah mengalir deras di Antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran yang sedang berlangsung disana? Ternyata tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.


Menurut majalah Nature, "Cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."

Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.

"Ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal. Life Finds a Way."

Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.

5. Bakteri Yang Mampu Bertahan Dari Radiasi

D. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia. Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan DNA-nya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal, karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan DNA-nya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.

Namun, tidak dengan bakteri ini, secara menakjubkan ia mampu menyusun kembali DNA-nya yang telah hancur.

Salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau Mars, adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.

Jadi, jika suatu saat kita mungkin telah mampu menjelajahi angkasa luar beserta planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja. Why not?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...