Tampilkan postingan dengan label Pluralisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pluralisme. Tampilkan semua postingan

Pluralisme, Klaim Kebenaran yang Berbahaya (2)


Oleh: Anis Malik ThohaSemua agama, baik yang mati maupun yang hidup, yang kuno maupun modern, yang teistik maupun non-teistik, lahir dan hadir lengkap dengan klaim kebenaran. Terlepas apakah klaim ini valid atau tidak, rasional atau irasional.Setidaknya ada tiga macam cara memandang klaim kebenaran, yaitu eksklusivisme, inklusivisme, dan pluralisme.Eksklusivisme adalah kebenaran absolut hanya

Pluralisme, Klaim Kebenaran yang Berbahaya (1)


Oleh: Dr. Anis Malik Thoha PROSES liberalisasi sosial politik, yang menandai lahirnya tatanan dunia abad modern, semakin marak. Disusul kemudian dengan liberalisasi atau globalisasi (baca: penjajahan model baru) ekonomi. Wilayah agama pun, pada gilirannya, dipaksa harus membuka diri untuk diliberalisasikan.Sejak era reformasi gereja abad ke-15, wilayah yurisdiksi agama telah direduksi,

Ini Alasan Yahudi Indonesia gencar Kampanye Pluralisme


Teka-teki itu terjawab. Selama ini menjadi sangat sulit memahami. Kemana arah gerakan yang mengusung ideologi plurasime?Para penganut ideologi pluralisme itu mula-mula hanya menginginkan kebebasan beragama. Mereka menuntut setiap paham agama itu, diberi ruang hidup secara bebas di Indonesia. Tidak ada restriksi atau pembatasan. Termasuk adanya undang-undang yang mengatur keberadaan agama di

Pluralisme Agama dan Gerakan Freemason


Paham yang mengatakan pada inti semua agama adalah sama tidak terlepas dari pengaruh Freemason. Gerakan ini bermula ketika pengikut Freemason membentuk gerakan The Theosophical Society. Dalam perkembangannya, The Theosophical Society ikut menyumbang bagi terwujudnya hikmah abadi (sophia perennis). Pemikiran para tokoh Sophia Perennis seperti Rene Guénon dan Frithjof Schuon tidak terlepas dari

Surat-Surat Faham Pluralisme Kartini


Oleh: ArtawijayaSetiap tahun pada tanggal 21 April pemerintah memperingati Hari Kartini. Peringatan ini merujuk pada sosok Raden Ajeng Kartini (1879-1904), anak priyai Jawa yang dianggap sebagai pelopor kemajuan perempuan Indonesia.Hampir setiap tahun, peringatan ini diiringi dengan berbagai kegiatan, terutama kegiatan-kegiatan yang mengusung tema emansipasi wanita. Kalangan liberal pun tak mau

Demokrasi Sudah Terbukti Gagal Sejak Zaman Yunani Kuno


Baru-baru ini seorang aktifis dakwah terlihat geram. Status facebook miliknya penuh dengan kritik pedas terhadap demokrasi. Ternyata kegusaran aktivis dakwah tersebut tidak sendiri. Puluhan komentar susul menyusul menyatakan hal serupa, hingga salah seorang melayangkan pertanyaan darimana konsep tata negara demokrasi ini muncul.Sejarah Demokrasi Awal: Ide Penuh KritikDemokrasi, rasanya sudah

Apalagi Maksud dari Hanung dalam Film terbarunya yang penuh "Tanda Tanya"


JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah film ”Perempuan Berkalung Surban” menuai kontroversi, Hanung Bramantyo kembali menyutradarai film pluralisme terbarunya yang berjudul ”?” (Tanda Tanya). Bila melihat triller-nya di youtube, bisa dirasakan, film itu begitu kental dengan aroma sepilis (sekularisme, pluralisme dan liberalisme). Bisa dipastikan, film itu bakal menuai kontroversi tajam. Hanung memang

Bahaya Faham Pluralisme Di Era Modern


Kondisi dunia dewasa ini sangat sesuai dengan gambaran Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم lima belas abad yang lalu:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْRasulullah صلى الله

MUI: Film karya Hanung mendukung orang untuk murtad


JAKARTA (Arrahmah.com) - Untuk kesekian kali, sutradara Hanung Bramantyo kembali menuai kecaman. Setidaknya, dua institusi besar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Banser Nahdlatul Ulama menyatakan kekecewaannya dengan karya sutradara terkenal itu.Film terbaru garapan Hanung yang berjudul '?' (baca: Tanda Tanya) yang mulai menghiasi layar lebar di Indonesia pada 7 April 2011 dan diputar perdana
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...